Si kecil kuning ini bukan sekadar lucu… mereka adalah “calon mesin produksi” 🐥✨
Kalau salah brooding di hari pertama, efeknya bisa panjang: pertumbuhan lambat, FCR jelek, bahkan kematian tinggi. Yuk kita bedah step by step cara brooding DOC yang benar dan terstruktur 👇
1. Persiapan Kandang (H-1 sebelum DOC datang)
Pastikan kandang sudah bersih, kering, dan steril. Gunakan alas sekam kering setebal ±5–7 cm. Pasang chick guard (pembatas melingkar) agar panas merata dan DOC tidak menyebar terlalu jauh.
2. Suhu Ideal = Kunci Nyawa DOC
Hari 1–3: 32–34°C di area brooder
Gunakan lampu atau gas brooder, cek dengan termometer.
Ciri pas: DOC menyebar merata (tidak ngumpul = dingin, tidak menjauh = kepanasan).
3. Air Minum Wajib Ready Duluan
Saat DOC datang, langsung minum dulu.
Air bisa ditambah gula merah / elektrolit untuk recovery stres perjalanan.
Gunakan tempat minum yang dangkal agar aman.
4. Pakan Starter Berkualitas
Gunakan pakan crumble khusus starter (protein tinggi ±20–22%).
Taburkan di nampan atau kertas supaya mudah dijangkau DOC.
5. Kepadatan Ideal
Maksimal 40–50 ekor/m² di fase awal.
Terlalu padat = stres, cepat sakit, pertumbuhan tidak optimal.
6. Pencahayaan 24 Jam (3–5 hari pertama)
Lampu menyala terus agar DOC aktif makan & minum.
Setelah itu bisa dikurangi bertahap.
7. Kontrol Harian (WAJIB!)
Cek: suhu, kondisi sekam, air minum, nafsu makan, dan suara DOC.
DOC sehat = aktif, bunyi halus, bulu kering, mata cerah.
8. Turunkan Suhu Bertahap
Setiap minggu turunkan ±2–3°C sampai adaptasi suhu lingkungan.
💡 Ingat bro… brooding itu ibarat “pondasi rumah”. Salah di awal, ambruk di akhir.
Kalau ingin belajar lebih dalam tentang tani alami + integrated farming ala Talbisa (ikan, ayam, azolla, pupuk, semua nyambung jadi satu ekosistem hemat biaya & tinggi profit)…
👉 Langsung aja gas ke: www.talbisa.id
Belajar sistem, bukan sekadar coba-coba 🔥🌱